KOMPAS.com - Pada hari ini Google Doodle menampilkan gambar papeda dengan tema “Merayakan Papeda”.
Tampilan papeda sebagai ilustrasi Google Doodle tersebut bukan tanpa alasan.
Google Doodle "Merayakan Papeda" hari ini merupakan cara untuk memperingati ditetapkannya papeda sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh UNESCO.
"Pada hari ini (20 Oktober) di tahun 2015, Papeda secara terbuka dinyatakan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia," tulis Google.
Baca juga: Papeda Hiasi Google Doodle, Kenali Manfaat Makanan Khas Nusantara Ini
Lantas, apa itu papeda?
Baca juga: Apa Itu Sagu? Ini Kandungan dan Beberapa Manfaatnya
Dikutip dari (3/9/2022), papeda adalah makanan khas berbahan dasar sagu. Bentuk papeda memang mirip bubur, tetapi memiliki tekstur yang lebih kental dan lengket.
Papeda merupakan makanan tradisional yang banyak ditemui di Papua, Maluku, dan beberapa daerah di Sulawesi.
Bagi masyarakat di Maluku dan Papua, papeda bukan sekedar makanan. Papeda dihormati dan disakralkan karena kerap dihidangkan dalam upacara-upacara adat.
Di Inanwatan, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat, papeda disuguhkan sewaktu upacara kelahiran anak pertama dan disajikan bersama daging babi.
Adapun di Papua, papeda juga dihadirkan dalam ritual, misalnya saat perayaan masa pubertas seorang gadis.
Baca juga: 7 Makanan Khas Sulawesi Selatan, Cocok Dinikmati Saat Mudik
Dilansir dari 优游国际.com (2/10/2021), pembuatan papeda menggunakan tepung sagu dapat dibuat dengan cara merendam tepung sagu terlebih dahulu ke dalam air bersih selama kurang lebih 15 menit sebelum dimasak.
Setelah itu, ambil pati yang mengendap dan kemudian campur dengan air untuk membuat papeda.
Cara lain dalam membuat papeda yaitu dengan menggunakan air panas atau air dingin, sagu, jeruk, dan garam.
Hal pertama yang dilakukan yaitu dengan merebus air hingga mendidih.