Yupa adalah prasasti peninggalan Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur pada abad ke-5 Masehi.
Prasasti tersebut dituliskan pada batu dengan huruf Pallawa dan menggunakan bahasa Sanskerta.
Sama seperti bahasa Sanskerta, huruf Pallawa juga berasal dari India Selatan.
Isi Prasasti Yupa mengenai hubungan genalogi pada masa pemerintahan Raja Mulawarman di Kutai.
Masyarakat Indonesia diketahui menggunakan beragam bahasa pada masa Hindu-Buddha atau sebelum Islam menyebar di Nusantara.
Pada masa Hindu-Buddha, masyarakat Jawa menggunakan bahasa Jawa Kuno dan Sunda Kuno.
Sementara itu, masyarakat Sumatera dan semenanjung Melayu menggunakan bahasa Melayu.
Selain itu, ada beragam bahasa di daerah-daerah lain di Nusantara, seperti bahasa Batak, Kubu, Nias, Minangkabau, Padang, Banjar, Melayu, Dayak, Bugis, dan Makassar.
Meski di setiap daerah memiliki beragam bahasa, sebagian besar prasasti yang ditemukan di Nusantara dituliskan dalam bahasa Sanskerta.
Hal ini dikarenakan prasasti biasanya dituliskan oleh raja-raja, kaum Brahmana, dan bangsawan yang lebih banyak menggunakan bahasa Sanskerta pada masa Hindu-Buddha.
Namun, bahasa Sanskerta tidak banyak digunakan pada periode akhir kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha, seperti Majapahit, Sriwijaya, Sunda Pajajaran, dan Melayu.
Penggunaan bahasa Sanskerta mulai digantikan dengan bahasa Melayu sejak abad ke-14.
Hal itu diketahui dari penemuan prasasti-prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang dituliskan dalam bahasa Melayu.
Baca juga: Bukti Mataram adalah Kerajaan Maritim di Nusantara
Selain lantaran berakhirnya kekuasaan kerajaan bercorak Hindu-Buddha, penggunaan bahasa Sanskerta juga mulai luntur karena pengaruh Islam yang mulai menyebar di Nusantara.
Referensi: