KOMPAS.com - Rabies adalah penyakit mematikan yang disebabkan oleh virus yang menyerang sistem saraf.
Virus tersebut disekresikan dalam air liur dan biasanya ditularkan ke manusia melalui gigitan dari hewan yang terinfeksi.
Dalam kasus yang jarang terjadi, rabies ditularkan ketika air liur dari hewan rabies bersentuhan dengan luka terbuka pada kulit atau mata, hidung, atau mulut seseorang.
Dilansir dari American Veterinary Medical Association (AVMA), semua mamalia dapat terinfeksi dan menularkan rabies.
Dalam beberapa tahun terakhir, kucing menjadi hewan peliharaan paling umum yang terinfeksi rabies. Pasalnya, banyak pemilik kucing yang tidak memvaksinasi kucingnya hingga kucing terpapar rabies dari satwa lain.
Baca juga: Bagaimana Diagnosis dan Pengobatan Penyakit Rabies?
Rabies juga terjadi pada anjing dan sapi dalam jumlah yang signifikan dan, meskipun tidak umum, telah didiagnosis pada kuda, kambing, domba, babi, dan musang. Dengan demikian, semua mamalia rentan terhadap rabies.
Melansir Ayo Sehat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, berikut adalah beberapa tanda rabies pada anjing yang perlu diwaspadai.
Baca juga: Apa Saja Gejala Rabies Setelah Digigit Anjing yang Terinfeksi?
Menurut PetMD, langkah terbaik yang dapat kita ambil untuk melindungi anjing peliharaan, diri sendiri, dan orang lain dari rabies adalah memvaksinasi hewan peliharaan secara rutin.
Jika semua anjing di lingkungan telah divaksinasi, maka virus rabies tidak dapat menyebar ke populasi peliharaan.
Sebagai pemilik hewan yang bertanggung jawab, melindungi anjing dari rabies adalah salah satu hal termudah dan paling efektif yang dapat dilakukan untuk mereka.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita 优游国际.com WhatsApp Channel : . Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.