优游国际

Baca berita tanpa iklan.

Memori Banding Galih Ginanjar Sebut Majelis Hakim Keliru Tafsirkan Pasal

优游国际.com - 28/04/2020, 20:28 WIB
Baharudin Al Farisi,
Tri Susanto Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kuasa hukum terpidana Galih Ginanjar, Denny Ardiansyah Lubis, menilai, majelis hakim telah keliru menafsirkan pasal saat menjatuhkan vonis kepada kliennya.

Denny menyebut kliennya tidak secara vulgar melakukan pencemaran nama baik.

Baca juga: Kuasa Hukum Tegaskan Galih Ginanjar Bukanlah Pengakses Video Ikan Asin

Disebutkan juga dalam amar putusan hakim, kata Denny, pekataan Galih dalam video ikan asin menyebabkan saksi pelapor, Fairuz A Rafiq, mengalami stres dan dirawat di rumah sakit.

Terkait persoalan ini, di dalam memori banding, lanjut Denny, Galih Ginanjar melihat tidak ada bukti rekam medis yang tertera di dalam daftar barang bukti keputusan hakim.

Baca juga: Galih Ginanjar Ajukan Banding karena Vonis Pablo Benua dan Rey Utami Lebih Ringan

"Itu tidak pernah ada pembuktiannya, seluruh daftar bukti kita lihat, tidak ada menyebutkan ada bukti secara akademis," ucap Denny kepada 优游国际.com, Selasa (28/4/2020).

Selain itu, Denny mengatakan di dalam amar putusan hakim disebutka, perkataan Galih menyebabkan Fairuz malu mendapatkan pekerjaan.

Baca juga: Galih Ginanjar Tak Terima Divonis Lebih Berat Dibanding Rey Utami dan Pablo Benua

Namun, Denny mengatakan di dalam persidangan Fairuz tidak pernah mengatakan malu untuk mendapatkan pekerjaan.

"Saksi korban tidak pernah menyampaikan dalam persidangan menyatakan 'saya malu sehingga saya tidak bisa bekerja', yang ada dia stres, kan begitu," kata Denny.

Baca juga: Anggap Vonis Hakim Tak Adil, Galih Ginanjar Ajukan Banding

Lebih lanjut, Denny mengatakan keputusan hakim yang menilai Fairuz mengalami kerugian materil itu tidak pernah ada.

"Ternyata di dalam fakta persidangan tidak pernah terukur, kalau memang ada kerugian itu katakanlah berobat, masuk rumah sakit, diobname, itukan ada nilai yang bisa diukur," ujar Denny.

Baca juga: Galih Ginanjar Divonis Paling Berat, Barbie Kumalasari Angkat Bicara

Adapun Galih mengajukan Banding ke PN Jaksel pada Senin (20/4/2020) lantaran vonisnya lebih berat daripada Rey dan Pablo.

Sebelumnya majelis hakim PN Jaksel telah memutuskan Pablo, Rey, dan Galih bersalah dalam kasus videi ikan asin.

Baca juga: Galih Ginanjar Divonis Paling Berat, Barbie Kumalasari Angkat Bicara

Oleh karenanya, Rey divonis hukuman penjara selama 1 tahun 4 bulan. Kemudian, Pablo divonis 1 tahun 8 bulan penjara.

Sementara itu, Galih Ginanjar 2 tahun 4 bulan kurungan penjara.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita 优游国际.com WhatsApp Channel : . Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Baca berita tanpa iklan.
Baca berita tanpa iklan.
Komentar
Baca berita tanpa iklan.
Close Ads
Penghargaan dan sertifikat:
Dapatkan informasi dan insight pilihan redaksi 优游国际.com
Network

Copyright 2008 - 2025 优游国际. All Rights Reserved.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses 优游国际.com
atau