KOMPAS.com – Kekerasan antara kartel narkoba di seluruh penjuru Meksiko masih membara dan belum menunjukkan titik akhir.
Kartel-kartel ini saling bertempur satu sama lain memperebutkan wilayah kekuasaan dan pengaruh. Selain itu, kartel-kartel narkoba di Meksiko juga terkenal akan kekejamannya.
Penegak Hukum Narkoba Pemerintah (DEA), Kyle Mori, mengakui kepada saluran berita Amerika Latin Univision bahwa para kartel narkobal sangat kejam.
"Pemenggalan kepala, melarutkan korban dengan cairan asam, eksekusi di depan umum, mencabik-cabik jantung, membunuh wanita dan anak-anak, pemboman terhadap orang-orang,” kata Mori.
Dilansir dari The Sun, Mori mengatakan kekerasan tersebut hampir berlangsung setiap hari.
Pemerintah Meksiko bukannya tak tinggal diam untuk memberantas kartel-kartel narkoba ini.
Baca juga: Kartel Narkoba Tangkap 3 Pencuri, Tangannya Dipotong dan Ditinggal di Tepi Jalan
Pada 2006, Presiden Meksiko kala itu, Felipe Calderon, secara resmi mengobarkan perang terhadap para kartel.
Keputusan tersebut diambil Calderon hanya beberapa bulan setelah dia terpilih menjadi Presiden Meksiko.
Hingga kini, perang terhadap kartel narkoba masih terus berlangsung. Sejak bos Kartel Sinaloa Joaquin "El Chapo" Guzman ditangkap dan dijatuhi hukuman seumur hidup penjara, kekerasan antara para kartel belum juga mereda.
Selain itu, kartel-kartel baru juga berunculan seperti Cartel Jalisco New Generation (CJNG) alias Kartel Jalisco Generasi Baru sebagai kekuatan yang kini sangat diperhitungkan.
Perang narkoba brutal di Meksiko juga merenggut ribuan nyawa setiap tahun akibat gembong-gembong kejahatan ini berebut wilayah dan pengaruh.
Kartel-kartel narkoba Meksiko menguasai wilayah yang luas di negara itu dan juga bertanggung jawab atas pembunuhan dan penculikan.
Dilansir dari BBC, berikut empat kartel narkoba yang kini memegang pengaruh penting dan kuat di Meksiko.
Baca juga: Polisi Peru Temukan Terowongan Ke Penjara, Diduga Dibuat Kartel El Chapo
Joaquin El Chapo Guzman
Kartel Sinaloa menguasai sebagian besar wilayah teritorial di barat laut Meksiko.
Pemerintah AS menggambarkan Kartel Sinaloa sebagai salah satu organisasi penyelundup narkoba terbesar di dunia.
Selama bertahun-tahun, Kartel Sinaloa dipimpin oleh El Chapo alias si Pendek. El Chapo pernah masuk daftar salah satu orang terkaya di dunia.
Kehidupannya dan kerajaan perdagangan narkoba yang luas telah menjadi subjek dalam banyak buku dan serial televisi.
Di bawah kepemimpinan El Chapo, Kartel Sinaloa mendapatkan reputasi tinggi dan mengalahkan beberapa kelompok saingan.
Kartel Meksiko sering bentrok satu sama lain, tetapi perlu juga dicatat bahwa mereka kadang dapat membentuk aliansi strategis.
Baca juga: 2 Kartel Narkoba Meksiko Perang di Jalan Raya, 6 Orang Tewas
Kartel Sinaloa menjadi pemasok obat-obatan terlarang terbesar ke AS ketika masih dipimpin oleh El Chapo.
Kartel ini juga tak ragu dalam menculik, menyiksa, dan membantai anggota geng kriminal saingan.
Kelompok ini juga memiliki akses ke persenjataan, termasuk peluncur granat dan AK-47 berlapis emas milik El Chapo.
El Chapo ditangkap pada Januari 2016 dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada Juli 2019.