Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pekan ini mengatakan kepada wartawan, Rusia kemungkinan menimbun rudal untuk menyerang jaringan listrik Ukraina secara sistematik selama musim dingin.
Kementerian Energi Ukraina menyebutkan, wilayah garis depan Kharkiv dan Donetsk di timur, serta Kherson di selatan paling terdampak pemadaman listrik baru-baru ini.
“Akibat penembakan di Kota Kherson, lebih dari 28.000 konsumen terputus (listriknya),” kata kementerian itu, tanpa menyebutkan secara spesifik kapan pemadaman listrik terjadi di kota yang sering diserang Rusia.
“Hampir 3.000 konsumen mengalami pemadaman listrik di wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir akibat penembakan,” tambahnya, dikutip dari kantor berita AFP.
Di wilayah Donetsk, Ukraina timur, yang diklaim Kremlin telah dianeksasi tahun lalu bersama tiga wilayah lainnya termasuk Kherson, Kementerian Energi Ukraina mengumumkan bahwa pertempuran menyebabkan puluhan tempat tanpa aliran listrik.
“Akibat penembakan tersebut, saluran udara rusak, dan Kota Kostyantynivka terputus (listriknya). Secara total, 122 permukiman masih tanpa aliran listrik di wilayah tersebut,” ungkapnya.
Kemudian di wilayah Kharkiv yang berbatasan dengan Rusia, Kementerian Energi Ukraina berujar, gedung distributor energi swasta terkena tembakan dan 17.600 konsumen kehilangan aliran listrik.
Serangan sistemik Rusia ke jaringan energi Ukraina tahun lalu menyebabkan jutaan orang mengalami gangguan pemanas dan penerangan.
Ukraina kemudian meminta lebih banyak sistem pertahanan udara dari para sekutunya di Barat.
Zelensky pekan ini mengatakan kepada wartawan, pertahanan udara Ukraina kali ini lebih baik dibandingkan tahun lalu, tetapi belum melindungi 100 persen.
/global/read/2023/11/18/120706870/listrik-ke-ribuan-warga-di-dekat-garis-depan-ukraina-terputus-akibat