KOMPAS.com - Whipping cream adalah krim dengan kandungan lemak sekitar 36 persen, memungkinkan udara terperangkap saat dikocok, membuat volumenya bertambah dua kali lipat.
Whipping cream butuh dikocok hingga lembut dan ringan, dapat diaduk menggunakan mikser, balloon whisk, atau garpu.
Kandungan lemak yang tinggi pada krim, membuat whipping cream lebih stabil, tahan lama, dan tidak mudah cair saat dijadikan campuran dalam minuman.
Whipping cream biasanya diberi gula (mudah larut dalam krim) dan vanili. Whipped krim yang diberi vanili disebut chantilly cream atau creme chantilly.
Dikutip dari , krim kocok mempunyai tekstur lembut dan ringan dibanding produk susu lain.
Baca juga:
Crazy Milkshake dari restoran Black Tap Craft Burgers and Beers di Marina Bay Sands Singapura.
Cara membuat whipping cream tahan lama adalah dengan mengocok heavy cream atau krim lain yang sebelumnya didinginkan di lemari es terlebih dahulu.
Penting juga untuk tidak mengocoknya terlalu berlebihan karena akan menghasilkan krim kasar dan terlalu kaku.
Selain itu kamu bisa membuat whipping cream dengan menambahkan stabilizer seperti gelatin, gum tragacanth, dan putih telur kocok.
Dikutip dari , gula icing juga bisa ditambahkan untuk mengeraskan campuran dan mengurangi resiko terlalu lama dikocok.
Selama persiapan, saat krim mulai bertambah volumenya, bahan-bahan seperti gula dan perasa dapat ditambahkan. Ketika krim hampir dua kali lipat volumenya, berhenti untuk mengocok.
Whipping cream digunakan untuk topping dessert dan minuman seperti pai, es krim sundae, cupcake, puding coklat, salad buah, scone.
Sementara untuk topping minuman biasanya ada pada milkshake, coklat panas, caffe latte, dan es kopi.
Baca juga:
View this post on Instagram
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita 优游国际.com WhatsApp Channel : . Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.