KOMPAS.com - Baru-baru ini Binary Option menjadi topik yang hangat dibicarakan di masyarakat.
Hal itu karena munculnya para korban yang mengaku merugi hingga ratusan juta rupiah.
Binary Option disebut-sebut sebagai salah satu bentuk investasi. Akan tetapi sistem itu beroperasi secara ilegal di Indonesia.
Apa itu Binary Option?
Apa itu Binary Option?
Melansir Investopedia, 14 Mei 2021, Binary Option adalah produk keuangan di mana pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi diberi opsi atau pilihan.
Binary Option bergantung pada hasil dari proposisi "ya atau tidak", oleh karena itu dinamakan "biner".
Binary Option dijalankan secara otomatis, yang berarti keuntungan atau kerugian secara otomatis dikreditkan atau didebit ke akun pengguna saat opsi tersebut kedaluwarsa.
Pilihannya hanya ada dua, pengguna Binary Option bisa menerima pembayaran atau kehilangan seluruh investasi mereka.
Cara kerja seperti judi
Cara kerjanya contohnya sebagai berikut, pengguna Binary Option diminta menebak harga saham perusahaan X, apakah akan berada di atas 25 dolar pada 22 April 2021, pukul 10.45.
Pengguna memilih opsi "ya" (yang artinya akan lebih tinggi) atau "tidak" (akan lebih rendah).
Misalnya pengguna berpikir harga akan diperdagangkan di atas 25 dolar pada tanggal dan waktu tersebut. Dia kemudian bersedia mempertaruhkan 100 dolar pada perdagangan.
Jika saham perusahaan X diperdagangkan di atas 25 dolar pada tanggal dan waktu tersebut, pengguna menerima pembayaran sesuai dengan persyaratan yang disepakati. Misalnya jika pembayarannya 70 persen, broker biner mengkredit akun trader dengan 70 dolar.
Akan tetapi jika harga diperdagangkan di bawah 25 dolar pada tanggal dan waktu tersebut, pengguna itu salah dan kehilangan investasi 100 dolar dalam perdagangan.
Melansir Investor, Binary Option tidak memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli atau menjual aset yang ditentukan.
Bahaya Binary Option
Di Amerika Serikat, penipuan menggunakan Binary Option banyak dilaporkan. Keluhan-keluhan tersebut setidaknya terbagi dalam tiga kategori:
Pada keluhan pertama, pelanggan telah menyetor uang ke akun perdagangan opsi biner mereka dan yang kemudian didorong oleh "broker" melalui telepon untuk menyetor dana tambahan ke akun pelanggan.
Ketika pelanggan kemudian mencoba untuk menarik deposit asli mereka atau pengembalian yang telah dijanjikan, platform perdagangan diduga membatalkan permintaan penarikan pelanggan, menolak untuk mengkredit akun mereka, atau mengabaikan panggilan telepon dan email mereka.
Kemudian ada juga Binary Option berbasis internet yang mengumpulkan informasi pelanggan (termasuk salinan kartu kredit pelanggan, paspor, dan SIM) untuk penggunaan tidak bertanggungjawab.
Selain itu pada keluhan ketiga, Binary Option berbasis internet memanipulasi perangkat lunak perdagangan untuk mendistorsi harga dan pembayaran opsi biner.
Misalnya, ketika perdagangan pelanggan "menang", hitungan mundur hingga kedaluwarsa diperpanjang secara sewenang-wenang sampai perdagangan menjadi kerugian.
/tren/read/2022/02/03/173000065/mengenal-binary-option-alasan-mengapa-disebut-judi-dan-bahayanya