JAKARTA, KOMPAS.com - Laura Lazarus mengalami dua kali kecelakaan pesawat saat ia masih menjadi pramugari di sebuah maskapai pada 2004.
Tak mudah bagi Laura untuk menjalani kehidupan saat itu yang lolos dari dua kecelakaan pada tahun yang sama.
Saat kecelakaan itu, ia berusia 19 tahun dan baru saja meniti kariernya untuk membantu keluarga sebagai pramugari.
Namun, mimpinya harus sirna setelah beberapa detik kecelakan itu terjadi.
Baca juga: Pernah Alami Kecelakaan, Laura Lazarus: Begitu Naik Pesawat, I Surrender
Pada usia produktifnya, Laura harus menjalani rentetan operasi untuk bisa pulih karena kondisi tubuhnya hancur akibat kecelakaan pesawat.
Tak hanya tubuhnya, ia juga harus memulihkan trauma psikis akibat kecelakaan itu.
优游国际.com merangkum cerita perjuangan Laura untuk sembuh.
Saat berbincang dengan 优游国际.com, Laura kembali mengingat luka lama yang dialaminya.
Pesawat yang ditumpanginya tergelincir di landasan pacu saat akan mendarat di Solo.
Baca juga: Menulis Buku, Laura Lazarus Ceritakan Perjuangan Sembuh Pascakecelakaan Pesawat
Kecelakaan itu hanya berselang lima bulan dari kecelakaan pesawat pertama yang dialami Laura di Surabaya.
Anak pertama dari dua bersaudara ini mengaku sempat dikira meninggal dunia karena kondisi tubuhnya yang saat itu memprihatinkan.
Bahkan, tubuhnya sempat dikelompokkan bersama jenazah korban kecelakaan pesawat.
Untungnya, salah seorang petugas mendengar rintihan suara minta tolong dari tumpukan jenazah. Itu adalah suara Laura yang ternyata diketahui masih hidup. Laura langsung dibawa ke rumah sakit di Solo saat itu.
Sebulan setelah kecelakaan, Laura baru tersadar bahwa kondisinya saat itu sangat buruk.
Baca juga: Perjuangan Laura Lazarus Selama 18 Tahun untuk Pulih dari Kecelakaan Pesawat
Laura mengatakan, wajah sebelah kanannya hancur, bahkan tulang pipinya remuk.