JAKARTA,KOMPAS.com - Pada semester pertama tahun 2022, Jakarta mendapatkan tambahan pasokan 1.735 unit kondominium baru. Ini membuat total pasokan kondominium di Jakarta bertambah menjadi 226.761 unit.
Hal tersebut disampaikan oleh Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat dalam Jakarta Property Highlight Semester I tahun 2022, Kamis (11/2/2022).
Dikatakan, pasar kondominium Jakarta saat ini masih harus berusaha keras untuk bisa pulih
dari krisis pasca pandemi Covid-19.
Baca juga: Sekilas Sama, Jangan Salah Membedakan Apartemen dan Kondominium?
Meski tingkat penjualan kondominium berada di angka 95,8 persen, namun angka ini relatif stagnan bahkan cenderung menurun dari tahun sebelumnya.
“Jika dilihat dari perbandingan dari kuartal sebelumnya maka peningkatannya tidak terlalu baik. Tapi performa pasar kondominium relatif masih baik,”jelas Syarifah.
Sementara itu, rerata harga secara umum untuk unit-unit kondominium yang telah ada (eksisting) berada di kisaran Rp 32 juta per meter persegi. Angka ini menunjukan adanya pelemahan di kisaran -5,67 persen dari tahun sebelumnya.
“Untuk unit-unit kondominium baru sementara ini berada pada kisaran harga Rp 37 juta per meter persegi. Harga ini meningkat sekitar 2 persen dari tahun sebelumnya,” papar Syarifah.
Secara umum, rerata penjualan unit kondominium baru berada mencapai 65,5 persen atau meningkat tipis 0,1 persen dari tahun sebelumnya.
Baca juga:
Meskipun sektor kondominium tumbuh lambat, namun Knight Frank Asia Pasifik memprediksi pertumbuhan harga residensial di Jakarta akan lebih stabil di tahun 2022 .
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita 优游国际.com WhatsApp Channel : . Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.